Senin, 07 Oktober 2013

Orang-orang jenius Indonesia yang berjaya di luar negeri 

Terlalu bodoh negara atau bangsa yang menganggap Indonesia adalah negera yang memiliki penduduk berkecerdasan dibawah rata-rata penduduk suatu negara eropa. Buktinya banyak putra-putri indonesia yang mampu berkarya sampai tingkat internasional. Berikut paparannya, cekidoot...


1. Nelson Tansu
 
"Nelson Tansu meradang dan lemas. Di Universitas Lehigh, Pennsylvania, Amerika Serikat, tempatnya bekerja sehari-hari, Agustus 2 tahun lalu ia meradang. Kabar itu demikian membuatnya shocked: mama tercintanya, Auw Lie Min, dan papa tersayangnya, Iskandar Tansu, direktur percetakan PT Mutiara Inti Sari, tewas. Mereka dibunuh oleh perampok di area perkebunan karet PTPN II Tanjung Morawa.
Peristiwa itu sempat membuatnya “tak percaya” terhadap Indonesia. Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah dalam bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano."

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita. Ia tumbuh cemerlang tanpa perhatian negara sama sekali. Bila Koran Tempo kali ini menurunkan liputan khusus mengenai orang-orang seperti Nelson, itu karena koran ini melihat sesungguhnya kita cukup memiliki ilmuwan dan pekerja profesional yang berprestasi di luar negeri. Diaspora kita bukan hanya tenaga kerja Indonesia. Kita memiliki sejumlah Nelson lain—di Amerika, Eropa, dan Jepang. Orang orang yang sebetulnya, bila diperhatikan pemerintah, akan bisa memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan Indonesia.



2. MUHAMMAD ARIEF BUDIMAN: MERAH-PUTIH DI SAINT LOUIS



Matahari setengah rebah di Medari, Sleman, Yogyakarta. Asar sudah datang. Zakaria bergegas mencari anaknya, Muhammad Arief Budiman. Dia bisa berada di mana saja: di sawah, di kebun salak pondoh, atau jika sedang beruntung  ia akan ditemukan di sekitar rumah. Zakaria harus menemukannya sebelum matahari terlalu rebah, agar anaknya tak melewatkan salat asar dan mengaji di musala.

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat. Tiga puluh tahun kemudian….

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu” sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya kerap terlihat sedang salat. Dialah anak Zakaria itu. Pada mulanya bercita-cita menjadi pilot, lalu ingin jadi dokter karena harus berkacamata sewaktu SMP, anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutuhan pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga merebak di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman American Association for Cancer Research.

Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.

Kita pun seperti melihat sepenggal kecil sejarah Indonesia yang sedang diputar ulang. Pada akhir 1955, ahli genetika (dulu pemuliaan) tanaman kelahiran Jawa yang malang-melintang di Eropa dan Amerika, Joe Hin Tjio, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah genetika karena temuannya tentang genetika manusia. Ia menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 46 buah bukan 48 seperti keyakinan ahli genetika manusia di masa itu (“The Chromosome Number of Man. Jurnal Hereditas vol. 42: halaman 1-6, 1956). Tjio lahir pada 1916, wafat pada 2001 bisa menghitung kromosom itu dengan tepat setelah ia menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr T.C. Hsu di Texas University, Amerika Serikat.



3. Prof Dr. KHOIRUL ANWAR: TERINSPIRASI KISAH FIRAUN

Bangkai burung, balsam gosok, dan kisah mumi Firaun. Siapa mengira tiga benda sepele itu ada gunanya. Tapi itulah trio yang “menghidupkan” pria kampung seperti Khoirul Anwar. Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Graduated from Electrical Engineering Department, Institut Teknologi Bandung (with cum laude honor) in 2000. Master and Doctoral degree is from Nara Institute of Science and Technology (NAIST) in 2005 and 2008, respectively. Dr. Anwar is a recipient of IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006,California,USA.

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Istilah ilmiahnya, terjadi interferensi yang luar biasa. Namun, dengan algoritma yang dikembangkan di laboratorium, Khoirul mampu menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa (unjuk kerja) yang sama. “Bahkan lebih baik daripada sistem biasa dengan GI,” kata pria 31 tahun ini.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan g4irah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa. Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.  


Lalu,
SIAPA SELANJUTNYA...?
MUNGKIN ANDA...!!! 

Sabtu, 05 Oktober 2013


 Ke'unik'an Beberapa Pemimpin Dunia

 1. Kubilai Khan


Mungkin diantara kita semua masih banyak yang tak mengenal sosok yang bernama Kubilai Khan. Kubilai Khan adalah cucu dari Genghis Khan yang sangat legendaris yang memiliki kekuasaan yang merentang dari perbatasan Eropa, Timur Tengah, hingga hampir seluruh Asia Timur pada abad ke-13.Kubilai Khan adalah kaisar Mongol yang sangat kejam dan ekspansif, walau demikian ternyata beliau memiliki sisi toleransi yang sangat tinggi. Dapat anda percayai bahwa Kubilai Khan adalah tokoh pemimpin dunia pertama yang menyatakan bahwa hari-hari besar agama Buddha, Kristen, Yahudi, dan Islam dijadikan sebagai hari libur resmi kenegaraan. Dengan kata lain, hari libur resmi kenegaraan pada tiap hari besar agama di dunia memang memungkinkan untuk dilakukan oleh Kubilai Khan karena luasnya wilayah kekuasaannya.

2.  Abraham Lincoln


Siapakah dia? berikut adalah rekam jejak sejarahnya.
Tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia kembali bangkrut. Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa. Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi ia gagal di senat. Tahun 1856 ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden. Tahun 1858 ia kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat. 
jadi, Siapakah dia? Dialah Abraham Lincoln. Intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu.'Try, try, try and try again. The finally you must be succes'


3. Galileo Galilei


 
Dia adalah manusia yang paling kurang beruntung semasa hidupnya. Bahkan setelah mati sekalipun, Galileo tetap mengalami kesulitan. Setelah pandangan-pandangan ilmiahnya soal tata surya membuat dirinya berurusan dengan pihak gereja, kematiannya pun dirundung masalah. Saat kematiannya pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737, kira-kira hampir seabad. Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari Galileo sebagai kenang-kenangan. Dua dari jari itu kemudian dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga yaitu sepotong jari tengahnya saat ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer.


4. Johannes Brahms


Jika selama ini kita mengenal bahwa seorang yang bergelut di bidang seni adalah orang-orang yang memiliki perasaan yang halus dan lembut, maka cobalah baca fakta berikut ini. Johannes Brahms, lahir pada tahun 1833, hidup hingga tahun 1897, adalah seorang komposer besar Jerman, namun dia adalah salah seorang yang sangat membenci binatang. Di kala santai atau sedang mencari inspirasi, komposer ini sering pergi ke loteng rumahnya dan mempersiapkan busur dan anak panah. Di sana hampir tiap waktu ia memanah kucing-kucing milik tetangganya. Kebiasaan buruk ini terus dilakukannya hingga sepanjang hidupnya.

5. Napoleon Bonaparte



Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah tahun 1799 bermaksud melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat hingga ia mengatakan Ma sacre toux (Batuk sialan). Perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan Massacrez Tous (Bunuh semua). Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh. Hanya karena batuk sang jenderal dan kuping perwira yang error!
 

6. Wilhelm Steinitz 



Zaman dahulu di masa jayanya, Wilhelm Steinitz adalah salah satu pemain catur paling cemerlang di dunia. Namun saat semakin tua, ia secara perlahan-lahan dijangkiti kegilaan, dan sering merasa bahwa ia dapat menelepon seseorang tanpa menggunakan telepon, ataupun bermain catur tanpa menyentuh bidak. Puncak kegilaannya terjadi saat Steinitz mengumumkan kepada masyarakat luas bahwa ia hendak menantang Tuhan untuk bermain catur. Lebih parah lagi, ia menawarkan fur satu bidak dalam pertandingan ini!




Itulah beberapa ke'unik'an beberapa Pemimpin Dunia yang masih bisa kita kenal namanya sampai saat ini, dibalik dengungan deru namanya melekat keunikan-keunikan yang mungkin membuat kita terperangah.
Sedikit kesimpulan yang dapat admin kutip adalah bahwasannya
"sejarah kita, kitalah yang menciptakan. Bukan telah terciptakan"















Sabtu, 28 September 2013

Israel and Palestine Football Associations discuss modalities to facilitate the movement of persons and goods

         Following the recent meeting of the FIFA Task Force Israel-Palestine, the Israel and Palestine Football Associations held today, 23 September, a working meeting at the Home of FIFA in Zurich to discuss modalities between both associations to facilitate the movement of persons and goods for football purposes in and out of and within Palestine. Israel Football Association (IFA) President Avi Luzon, Palestinian Football Association (PFA) President Jibril Al Rajoub, and representatives from FIFA, AFC and UEFA took part in this meeting.
       Both associations agreed on the principle of a mechanism under the umbrella of FIFA, including the appointment of two liaison officers between the two federations to the relevant authorities on each side, who shall report to FIFA in order to facilitate the movement of persons and goods.
The establishment of the FIFA Task Force Israel-Palestine was announced by FIFA President Joseph S. Blatter in early July, following the mandate he received during the 63rd FIFA Congress and his subsequent trip to the Middle East. 

Indonesian    

           Setelah pertemuan baru-baru ini FIFA Task Force Israel - Palestina, Asosiasi Sepakbola Israel dan Palestina yang diadakan hari ini , 23 September 2013, rapat kerja di Rumah FIFA di Zurich untuk membahas modalitas antara kedua asosiasi untuk memfasilitasi pergerakan orang dan barang untuk tujuan sepak bola di dan keluar dari dan dalam Palestina .        Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel ( IFA ) Avi Luzon , Asosiasi Sepakbola Palestina ( PFA ) Presiden Jibril Rajoub Al , dan perwakilan dari FIFA , AFC dan UEFA mengambil bagian dalam pertemuan ini . Kedua asosiasi sepakat pada prinsip mekanisme di bawah payung FIFA , termasuk penunjukan dua petugas penghubung antara dua federasi kepada otoritas terkait di setiap sisi , yang akan melaporkan kepada FIFA untuk memfasilitasi pergerakan orang dan barang .            Pembentukan FIFA Task Force Israel - Palestina diumumkan oleh Presiden FIFA Joseph S. Blatter pada awal Juli , mengikuti mandat yang diterimanya selama Kongres FIFA ke-63 dan perjalanan berikutnya ke Timur Tengah .

 

powered by: HMTI-ITM

Jumat, 27 September 2013



      Cristiano Ronaldo has written to the Miami police this week to urge them to drop charges against a teenager who hugged him in pre-season. Ronald Gjorka, a 20-year-old Real Madrid fan, stormed on to the pitch during their match with Chelsea in America over the summer – and promptly cuddled star man Ronaldo. The long embrace was ended when police dragged away Gjorka and arrested him, before he was later charged with trespassing and disorderly conduct.

        However, with the youngster preparing to get removed from college and sent back to his native Albania if convicted, Ronaldo has stepped in to help.
The Portuguese forward penned a letter to the authorities this week urging them to drop the case against Gjorka, allowing him to stay in the US.
‘I understand your position and the importance of enforcing rules and law,’ the letter read.
‘However, I respectfully request that you and your office reconsider this decision and dismiss the two criminal charges this young man faces.’

         It’s not clear whether the letter will be successful in getting Gjorka off the hook, but Ronaldo going that extra mile to help out the boy is certainly heart-warming.



 MADRIDISTA Medan

Cristiano Ronaldo telah menulis ke polisi Miami pekan ini untuk mendesak mereka untuk menjatuhkan dakwaan terhadap seorang remaja yang memeluknya di pra-musim. Ronald Gjorka, Real Madrid fan 20 tahun, menyerbu ke lapangan selama pertandingan bersama Chelsea di Amerika selama musim panas - dan segera dipeluk pria bintang Ronaldo. Pelukan panjang itu berakhir ketika polisi diseret Gjorka dan menangkapnya, sebelum ia kemudian dituduh melanggar dan perilaku tidak tertib.

Namun, dengan anak itu bersiap-siap untuk mendapatkan dihapus dari perguruan tinggi dan dikirim kembali ke Albania asli jika terbukti bersalah, Ronaldo telah melangkah untuk membantu. Portugis maju menulis surat kepada pihak berwenang minggu ini mendesak mereka untuk menjatuhkan kasus terhadap Gjorka, sehingga dia tinggal di AS.

"Saya mengerti posisi Anda dan pentingnya menegakkan aturan dan hukum," membaca surat itu."Namun, saya dengan hormat meminta Anda dan kantor Anda mempertimbangkan kembali keputusan ini dan memberhentikan dua tuntutan pidana ini wajah pria muda."

Ini tidak jelas apakah surat itu akan berhasil dalam mendapatkan Gjorka lolos, tapi Ronaldo pergi mil ekstra untuk membantu anak itu tentu hati.

powered by: HMTI-ITM 2012/2013